LAMPUNG SELATAN – Jalan Lingkar Ranji di Dusun Sukamanah, Tanjakan Sinden, RT 002/006, Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan kembali memakan korban. Pada Minggu (19/7/2026) pukul *05.04 WIB*, seorang pengendara sepeda motor dilaporkan terjatuh di lokasi tersebut.
Warga setempat menyebut, kejadian serupa hampir terjadi setiap hari di titik yang sama. Kondisi jalan menanjak, menikung, dan minim penerangan di pagi buta membuat pengendara roda dua kerap kehilangan kendali.
“Tiap hari ada saja yang jatuh di sini. Apalagi kalau hujan atau pas subuh-subuh jalannya licin dan gelap. Tadi pagi jam 5 lewat juga ada motor jatuh lagi,” ujar salah satu warga Dusun Sukamanah yang enggan disebut namanya.
Titik Rawan Minim Rambu dan Penerangan
Tanjakan Sinden dikenal sebagai akses penghubung antar desa yang cukup padat, terutama pada jam berangkat kerja dan sekolah. Namun, hingga kini belum ada rambu peringatan, lampu jalan, maupun marka jalan yang memadai di sepanjang tanjakan.
Kondisi ini membuat pengendara, khususnya dari luar daerah, tidak menyadari tingkat kemiringan dan tikungan tajam di lokasi tersebut. Ditambah permukaan jalan yang licin saat hujan, risiko kecelakaan pun meningkat.
Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan instansi terkait segera melakukan perbaikan. Mulai dari pemasangan lampu penerangan jalan umum, rambu peringatan “Tanjakan dan Tikungan Tajam”, hingga pengaspalan ulang pada titik yang sudah bergelombang.
“Kami sudah sering laporkan, tapi belum ada tindakan nyata. Kasihan pengendara, apalagi anak sekolah dan ibu-ibu yang lewat pagi-pagi. Kalau dibiarkan terus bisa ada korban jiwa,” kata warga lainnya.
Harapan Perbaikan Segera
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi dari pihak kepolisian terkait jumlah korban akibat kecelakaan di Tanjakan Sinden. Namun, menurut warga, sebagian besar korban mengalami luka ringan hingga sedang.
Masyarakat RT 002/006 berharap kejadian ini menjadi perhatian serius pemerintah. Mereka meminta adanya penambahan fasilitas keselamatan jalan dan patroli rutin, terutama di jam rawan antara pukul 04.00 – 06.00 WIB.
“Kami hanya ingin jalan ini aman untuk dilalui. Jangan sampai ada korban jiwa dulu baru diperbaiki,” tutup warga.
Pihak terkait diharapkan segera meninjau lokasi dan mengambil langkah preventif agar Jalan Lingkar Ranji tidak terus menjadi titik hitam kecelakaan di Lampung Selatan. (**)















