Bandar Lampung – Di tengah menjamurnya sekolah swasta dan menurunnya jumlah pendaftar di sejumlah sekolah negeri, SD Negeri 6 Gedong Air, Bandar Lampung, justru masih menjadi salah satu sekolah yang diminati masyarakat.
Tahun ajaran 2026/2027, sekolah ini menerima 108 siswa baru, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 103 siswa. Tingginya animo masyarakat terlihat sejak proses penerimaan peserta didik baru hingga pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang berlangsung pekan ini.
Kepala SD Negeri 6 Gedong Air, Santi Dewi, M.Pd, mengatakan MPLS tahun ini mengusung konsep MPLS Ramah Anak yang mengedepankan suasana menyenangkan, edukatif, dan bebas dari praktik perploncoan.
“Tujuannya agar peserta didik baru merasa aman, nyaman, dan mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah sejak hari pertama,” kata Santi.
Selama MPLS, siswa dikenalkan dengan warga sekolah, tata tertib, budaya positif, pembiasaan karakter, lingkungan sekolah, pola hidup bersih dan sehat, hingga kegiatan literasi. Materi disampaikan melalui berbagai aktivitas dan permainan edukatif yang disesuaikan dengan usia anak.
Peminat SDN 6 Gedong Air Naik di Tengah Gempuran Sekolah Swasta, 108 Siswa Ikuti MPLS Ramah Anak. Para dewan guru SDN 6 Gedong Air menyambut kedatangan murid baru peserta MPLS Ramah Anak 2026.
Menurut Santi, seluruh kegiatan berada di bawah pendampingan guru. Sekolah memastikan tidak ada hukuman fisik maupun verbal selama MPLS berlangsung.
“Kami mengedepankan pendekatan yang penuh kasih sayang sehingga anak-anak merasa diterima dan dihargai,” ujarnya.
Selain membantu proses adaptasi, sekolah juga menanamkan nilai-nilai dasar seperti disiplin, sopan santun, tanggung jawab, kejujuran, semangat belajar, dan sikap saling menghargai sejak hari pertama masuk sekolah.
Di tengah banyaknya pilihan sekolah, Santi menilai kepercayaan masyarakat terhadap SDN 6 Gedong Air tidak lepas dari komitmen sekolah dalam memberikan layanan pendidikan yang berkualitas.
Menurutnya, sekolah memiliki sejumlah program unggulan, mulai dari pembiasaan karakter, literasi, kegiatan keagamaan, ekstrakurikuler yang beragam, hingga pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.
“Kepercayaan masyarakat juga tumbuh karena komunikasi yang baik antara sekolah dan orang tua,” ujarnya.
Berbagai prestasi akademik maupun nonakademik yang diraih siswa dalam beberapa tahun terakhir juga menjadi nilai tambah yang membuat sekolah ini tetap diminati.”pungkasnya. (**)















