Berita

Sejarah Kolonial: Di Masa Penjajahan Belanda, Apakah Wartawan Berpihak pada Penjajah atau Garda Terdepan Rakyat?

3
×

Sejarah Kolonial: Di Masa Penjajahan Belanda, Apakah Wartawan Berpihak pada Penjajah atau Garda Terdepan Rakyat?

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BANDAR LAMPUNG – Sejarah pers di masa kolonial Belanda menyimpan dinamika yang unik dan penuh pergolakan. Sering muncul pertanyaan: Bagaimana sebenarnya sikap para wartawan saat itu? Apakah mereka sekadar alat propaganda yang berpihak pada Pemerintah Hindia Belanda, atau justru menjadi garda terdepan dalam menyuarakan kebenaran dan perjuangan rakyat?

Menurut catatan sejarah kolonial, dunia pers di Nusantara terbagi menjadi dua arus besar yang memiliki karakter dan tujuan sangat berbeda:

1. Pers Kolonial: Suara Penjajah

Pada awalnya, surat kabar yang terbit seperti Bataviasche Nouvelles dan media berbahasa Belanda lainnya sepenuhnya berada di bawah kendali penguasa. Wartawan yang bekerja di sini umumnya berkebangsaan Belanda atau Eropa. Mereka menyajikan berita yang menonjolkan kebesaran pemerintah kolonial, melindungi kepentingan perusahaan dagang (VOK), serta menyembunyikan kebijakan yang merugikan pribumi. Dalam hal ini, mereka berpihak penuh pada kepentingan penjajah. Kebebasan pers sangat dibatasi melalui berbagai aturan ketat.

2. Pers Pergerakan: Garda Terdepan Rakyat

Seiring berjalannya waktu, muncul pers yang didirikan oleh kaum pribumi dan tokoh pergerakan nasional. Di sini, wartawan berperan jauh lebih berani dan berbahaya bagi kolonial. Mereka bukan sekadar penyampai informasi, melainkan pejuang pena. Melalui tulisan-tulisan tajam di media seperti De Express, Mimbar Indonesia, atau Pewarta Oetara, mereka membuka mata massa tentang ketidakadilan, kemiskinan akibat penjajahan, dan menanamkan semangat persatuan.

Mereka menjadi garda terdepan yang menyuarakan kebenaran, meski harus menghadapi risiko berat: tulisan dilarang, percetakan disegel, hingga pengarang dan wartawan ditangkap, dipenjara, atau diasingkan oleh Pemerintah Hindia Belanda.

Kesimpulan Sejarah

Jawabannya tergantung pada kepemilikan dan tujuannya. Pers yang berafiliasi dengan penguasa memang berpihak pada Belanda. Namun, pers yang lahir dari kesadaran nasional justru menjadi benteng paling kuat dan garda terdepan dalam membangun kesadaran kebangsaan melawan penindasan.

Sejarah ini menjadi bukti bahwa sejak zaman dahulu, jurnalisme yang sejati selalu berdiri di garis depan membela kebenaran dan suara rakyat yang tertindas. (**)

 

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *