BANDAR LAMPUNG — Respons cepat dilakukan jajaran Pemerintah Kota Bandar Lampung menyusul adanya paparan debu dan abu vulkanik yang dikhawatirkan dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
Melalui Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, arahan Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana diteruskan kepada puskesmas di wilayah Kota Bandar Lampung untuk meningkatkan pemantauan serta pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Salah satunya dilakukan Puskesmas Kebon Jahe, dengan turun langsung melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap warga di wilayah RT 002, Kebon jahe, Lingkungan 1 Enggal. Minggu (6/9/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat, Lurah, Ketua RT, Linmas, serta warga yang secara langsung memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan gangguan kesehatan akibat paparan debu dan abu vulkanik.
Pemeriksaan dilakukan untuk memantau kondisi kesehatan warga, terutama mereka yang mengalami keluhan setelah terpapar debu. Masyarakat diberikan ruang untuk berkonsultasi dan melakukan pengecekan kondisi kesehatan kepada tenaga medis.
Langkah tersebut menunjukkan adanya koordinasi antara pemerintah kota, Dinas Kesehatan, puskesmas, kecamatan, kelurahan hingga perangkat lingkungan dalam menghadapi kondisi yang berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat.
Warga juga diimbau tetap waspada dan mengurangi paparan langsung debu. Penggunaan masker ketika beraktivitas di luar rumah serta menjaga kebersihan lingkungan menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan masyarakat.
Pemerintah daerah melalui jajaran kesehatan diharapkan terus melakukan pemantauan kondisi warga, khususnya kelompok yang rentan mengalami gangguan akibat kualitas udara dan paparan debu.
Gerak cepat puskesmas bersama jajaran wilayah ini menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga memperoleh akses pemeriksaan kesehatan secara langsung ketika membutuhkan. (**)















