PolresLampura

Polres Lampung Utara Bersama Bapanas Monitor Harga dan Penyaluran Beras di Sejumlah Lokasi

4
×

Polres Lampung Utara Bersama Bapanas Monitor Harga dan Penyaluran Beras di Sejumlah Lokasi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

LAMPUNG UTARA — Polres Lampung Utara bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan instansi terkait melaksanakan monitoring harga serta penyaluran beras tahun 2026 di sejumlah lokasi di wilayah Kabupaten Lampung Utara, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan tersebut menyasar Pasar Sentral Kotabumi, toko distributor beras FJ Store Kotabumi, gudang Alfamart Kalibalangan, Kecamatan Abung Selatan, serta tempat penggilingan padi di Desa Bumi Jaya.

Monitoring dilakukan untuk mengetahui kondisi harga, ketersediaan, distribusi, serta penyaluran beras kepada masyarakat, khususnya beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Dalam kegiatan tersebut, tim melibatkan Direktur Kewaspadaan Pangan Bapanas Nita Yulianis, S.P., M.Si., perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung dan Kabupaten Lampung Utara, Pimpinan Cabang Bulog Lampung Utara, serta personel Sat Reskrim dan Sat Intelkam Polres Lampung Utara.

Berdasarkan hasil pemantauan di Pasar Sentral Kotabumi, beras SPHP menjadi salah satu jenis beras yang paling banyak diminati masyarakat. Sementara itu, harga beras premium dan medium yang dijual di wilayah Kabupaten Lampung Utara masih berada dalam batas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Tim juga melakukan pengecekan di Depo Alfamart. Sejak Agustus 2026, telah masuk beras premium merek Raja Platinum dan Raja Ultima masing-masing sebanyak 500 sak. Pihak Alfamart selanjutnya akan melakukan pemesanan beras SPHP Bulog melalui RNI.

Selain memantau distributor dan gudang, tim juga mengecek aktivitas penggilingan padi PP Bumi Jaya yang merupakan maklon Bulog. Penggilingan tersebut menghasilkan empat merek beras medium, yakni Kapal Layar, Bunga Tulip, Sekar Pantun, dan Kepala Rusa, yang dipasarkan kepada pedagang di sekitar wilayah Lampung Utara dengan harga Rp15.000 per kilogram.

Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, saat ini gabah diperoleh dari wilayah Rajawitu dan Belitang, Sumatera Selatan, dengan harga Gabah Kering Panen (GKP) sekitar Rp7.800 per kilogram, mengingat petani di sekitar wilayah Lampung Utara sedang tidak memasuki masa panen.

Kapolres Lampung Utara AKBP Raswidiati Anggraini, S.I.K., melalui Kasi Humas IPTU Herawati, mengatakan bahwa kegiatan monitoring tersebut merupakan bagian dari upaya bersama untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga beras di wilayah Kabupaten Lampung Utara.

“Monitoring ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan beras, kelancaran distribusi, serta harga yang diterima masyarakat tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kami bersama instansi terkait akan terus melakukan pemantauan di lapangan,” ujar IPTU Herawati mewakili Kapolres.

Menurutnya, hasil pemantauan di sejumlah lokasi menunjukkan bahwa kondisi distribusi dan ketersediaan beras masih berjalan dengan baik. Pihaknya juga akan terus berkoordinasi dengan Bapanas, Bulog, Dinas Ketahanan Pangan, distributor, dan pelaku usaha untuk mengantisipasi adanya kendala dalam distribusi maupun perubahan harga yang dapat berdampak kepada masyarakat.

“Polres Lampung Utara berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, khususnya beras, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” pungkasnya.(*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *