Berita

Merdeka yang Tercekik Pajak

16
×

Merdeka yang Tercekik Pajak

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Delapan puluh satu tahun bendera berkibar. Merah putih gagah di angkasa memudar.

Bukan penjajah asing kini yang mencekik, namun tangan sendiri di balik meja licik, rakyat jelata peluh tumpah ruah, menyumbang negara, dengan hati pasrah.

Pajak membumbung, janji kemakmuran, namun yang datang hanya kesengsaraan.

Di gedung megah para pejabat berdasi. Berlomba korupsi tanpa nurani, uang rakyat dikuras untuk pribadi,

Keadilan mati di tanah sendiri. Senyum pudar di wajah para petani, dagangan lesu di pasar sepi. Anak-anak bangsa putus sekolah.

Mimpi terkubur di lumpur nestapa.Wahai penguasa, dengarkanlah jerit hati, suara rakyat kecil yang kini teraniaya.

Merdeka bukan hanya tanpa penjajah, namun bebas dari tirani, dan ketidakadilan yang parah. Bangkitlah Indonesia, dari tidur panjangmu,

Bersihkan negeri, dari noda korupsi itu, agar delapan puluh satu tahun tak sia-sia dan kemerdekaan sejati dapat dirasa. (Heru Subono)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *