Bandar Lampung—–Khatulistiwa1972.com-Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menekankan pentingnya peran strategis insinyur dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di tengah meningkatnya kompleksitas tantangan pembangunan.
Hal itu disampaikan saat memberi sambutan pada acara Halal Bihalal Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dengan tema “Mempererat Silaturahmi dan Sinergi Insinyur dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan”, Minggu (12/4).
Menurut dia, arah pembangunan saat ini tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
“Fokus pembangunan meliputi infrastruktur terintegrasi, pertanian modern, ketahanan pangan dan energi, transformasi digital, serta pembangunan berwawasan lingkungan,” ujar Mirza.
Ia menegaskan, seluruh program tersebut membutuhkan dukungan insinyur yang memiliki kapasitas, integritas, dan profesionalisme agar pelaksanaannya berjalan efektif dan tepat sasaran.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal dalam acara Halal Bihalal ,
Gubernur Mirza juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas insinyur guna memastikan setiap program pembangunan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Selain itu, ia mendorong lahirnya lebih banyak insinyur muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, terutama di bidang energi terbarukan, transformasi digital, dan rekayasa lingkungan.
“Ke depan, tantangan pembangunan akan semakin kompleks dan membutuhkan solusi inovatif serta berkelanjutan,” kata Mirza.
Sementara itu, Ketua PII Lampung, Mulyadi Irsan, menyampaikan bahwa penguatan profesi insinyur harus didukung melalui implementasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran.
Ia menegaskan, insinyur memiliki peran penting dalam pembangunan nasional, termasuk dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menciptakan pembangunan berkelanjutan.
Mulyadi juga menyoroti pentingnya sertifikasi profesi bagi lulusan teknik untuk memperoleh gelar insinyur profesional sebagai upaya meningkatkan daya saing.
Selain itu, ia mengungkapkan jumlah insinyur di Indonesia masih tergolong rendah, yakni sekitar 3.000 insinyur per satu juta penduduk.
“Hal ini menjadi tantangan untuk meningkatkan jumlah insinyur profesional melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi dan berbagai pihak,” ujar dia.
Dengan penguatan sinergi tersebut, diharapkan peran insinyur di Lampung semakin optimal dalam mendukung pembangunan daerah di berbagai sektor strategis. (Nilwan DP)















