Jakarta_ Akhirnya daftar tim yang promosi ke BRI Super League 2026/2027 sudah lengkap. Ada tiga klub dari kasta kedua yang berhasil menembus persaingan panjang musim ini dan mengamankan tiket ke liga teratas.
Adhyaksa FC jadi tim terakhir yang memastikan diri naik kelas. Mereka, yang dijuluki Sang Jaksa, merebut tiket promosi setelah menang tipis 1-0 atas Persipura Jayapura di laga play-off. Main di Stadion Lukas Enembe pada Jumat sore (8/5 WIB), satu-satunya gol dilesakkan Adilson Silva di masa tambahan babak pertama.
Sebelum Adhyaksa FC, dua tim lain sudah lebih dulu memastikan tempat di BRI Super League musim depan. PSS Sleman dan Garudayaksa FC lolos otomatis karena keluar sebagai juara grup di fase reguler Championship 2025/2026.
Buat Garudayaksa FC dan Adhyaksa FC, promosi ini terasa sangat istimewa. Untuk pertama kalinya mereka melangkah ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Garudayaksa FC bahkan baru berdiri belum genap setahun—tapi sudah pecah telur di level tertinggi.
PSS Sleman masuk ke Liga 1 bukan cuma soal keberuntungan. Setelah musim yang penuh naik-turun, Laskar Sembada benar-benar menunjukkan kalau mental juara itu penentu segalanya. Dukungan luar biasa dari BCS dan Slemania jelas nggak bisa dilepas dari cerita sukses ini. Suara mereka jadi energi tambahan buat tim, apalagi saat melewati momen-momen menegangkan di babak play-off.
Tim ini main dengan kolektif, disiplin, dan lini depannya tajam banget. Mereka terus menang di kandang sendiri, Maguwoharjo, dan akhirnya, bendera hijau Sleman bakal berkibar lagi di Liga 1 musim depan. Kehadiran PSS Sleman benar-benar bikin Liga 1 makin hidup, soalnya basis suporternya besar dan atmosfer Stadion Maguwoharjo selalu jadi tontonan yang nggak bisa dilupakan.
Masuknya Garudayaksa FC, PSS Sleman, dan Adhyaksa FC membuat persaingan Liga 1 2026/2027 diprediksi semakin menarik.
Ketiga tim memiliki karakter berbeda dan membawa warna baru dalam kompetisi. Meski semuanya bermarkas di Jawa, persaingan Liga 1 musim depan sepertinya bakal banyak terkonsentrasi di Pulau Jawa.
Garudayaksa datang dengan ambisi besar dan kekuatan finansial, PSS membawa tradisi serta dukungan suporter masif, sedangkan Adhyaksa hadir sebagai tim pekerja keras dengan organisasi modern. (**)





