Bandar Lampung_ Pemerintah Kota Bandar Lampung menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan yang berorientasi pada pendidikan, kesehatan, infrastruktur, penguatan ekonomi kerakyatan, hingga reformasi pelayanan publik.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai upaya yang bertumpu pada sektor pendidikan infrastruktur, penguatan ekonomi kerakyatan, hingga reformasi pelayanan publik,” kata Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana dalam pembukaan Bandar Lampung Expo 2026 di Bandar Lampung, Jumat (17/7) malam.
Ia mengatakan bahwa pada sektor pendidikan, Pemkot Bandarlampung memastikan tidak ada anak yang putus sekolah karena keterbatasan biaya.
“Pemerintah terus memperluas program Bina Lingkungan (Biling) bagi keluarga kurang mampu agar dapat memperoleh pendidikan gratis mulai jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama,” ujar Eva.
Selain itu, lanjut dia, pemerintah juga memberikan bantuan perlengkapan sekolah berupa seragam, tas, dan buku bagi siswa yang membutuhkan.
“Kami juga mendukung keberlanjutan pendidikan bagi putra-putri berprestasi hingga jenjang SMA, SMK, maupun perguruan tinggi negeri,” ucap Eva.
Kemudian, pada bidang kesehatan, pemerintah menjamin akses pelayanan kesehatan gratis melalui program Jaminan Kesehatan Daerah. Warga Kota Bandarlampung dapat memperoleh layanan kesehatan di rumah sakit pemerintah maupun swasta yang bekerja sama hanya dengan menunjukkan KTP daerah.
“Pemkot juga mengaktifkan layanan jemput bola untuk penanganan kondisi darurat di tingkat kelurahan guna mempercepat pelayanan medis bagi masyarakat tanpa terkendala administrasi,” ujar Eva.
Selanjutnya, pada bidang infrastruktur, pemerintah menargetkan seluruh jalan lingkungan, termasuk akses menuju gang-gang permukiman, berada dalam kondisi baik dan beraspal.
“Penanganan banjir juga menjadi salah satu fokus utama melalui normalisasi sungai, pelebaran drainase utama, pembangunan sumur resapan, serta pembangunan tanggul darurat di kawasan rawan genangan,” katanya.
Sementara itu, kata dia, untuk memperkuat perekonomian masyarakat, pemerintah memberikan fasilitas pinjaman modal tanpa bunga kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui kerja sama dengan perbankan daerah.
“Kami juga mendorong promosi produk unggulan daerah, seperti kain tapis Lampung dan berbagai produk kuliner khas, melalui pameran, digitalisasi pemasaran, serta kurasi produk agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” pungkasnya.















