Bandar Lampung — Ratusan insan pers dan organisasi pers se-Provinsi Lampung berkumpul menyampaikan aspirasi terkait dugaan arogansi yang dilakukan oleh Dina Puspa, yang dikenal sebagai tim media Gubernur Lampung. Aksi solidaritas berlangsung di Balai Keratun, Ruang Abung, Bandar Lampung, Kamis (8/10/2026).
Pemicu Insiden
Kerumunan insan pers dipicu kejadian di mana seorang jurnalis Garuda TV berinisial AA (Aza) dilarang meliput agenda resmi Gubernur Lampung di The Canopy, Bandar Lampung. Dina Puspa diduga menghentikan jurnalis tersebut saat mengambil gambar dan memaksa menghapus rekaman video.
Bukan hanya itu, Dina Puspa juga diduga sering membatasi ruang gerak wartawan saat melakukan peliputan di lingkungan Pemprov Lampung, yang dinilai menghalangi kebebasan pers.
Berbagai Keluhan Jurnalis
– Roma (IJTI): Menyebut adanya perbedaan pola terhadap wartawan dibanding masa kepemimpinan sebelumnya. “Zaman Gubernur Mirza terlihat adanya pengaturan dan tekanan terhadap wartawan, yang dilakukan oleh Dina Puspa,” ujarnya.
– Leni (FJI): Menceritakan salah satu rekan jurnalis pernah didorong dan terkena bagian dada depan oleh Dina Puspa. Ia menilai Dina menyalahgunakan wewenang saat wartawan sedang bertugas.
Hadir dalam pertemuan tersebut Sekda Lampung Morindo Kurniawan, Sekwan Destama, Kabid Kominfo beserta jajaran. Sekda menyampaikan permohonan maaf mewakili Gubernur Lampung dan menegaskan bahwa insan pers adalah pilar pembangunan daerah.
“Dalam hal ini mungkin hanyalah kesalahpahaman. Pemerintah Provinsi Lampung mendukung sepenuhnya kinerja kawan-kawan insan pers. Dalam waktu dekat, Dina Puspa akan dihadirkan untuk meminta maaf secara langsung,” ujar Sekda.
Ketua Ikatan Jurnalis Provinsi (IJP) Lampung, Abung Mamasa, menegaskan: “Gubernur tidak perlu meminta maaf, karena ini murni masalah individu. Permintaan kami jelas: Dina Puspa harus hadir dan meminta maaf secara terbuka kepada seluruh insan pers Lampung dalam satu forum resmi.”
Turut hadir Sekjen PWI, AMSI, Ketua TARING, KWRI, KOPI, dan FORWAKO Lampung. Insan pers menegaskan akan terus memantau tindak lanjut dari janji pemprov terkait kehadiran Dina Puspa. (Eva Ys)















