PolresLampura

STIK Polri Kaji Big Data untuk Perkuat Respons Bencana, Polres Lampung Utara Dorong Data Faktual

6
×

STIK Polri Kaji Big Data untuk Perkuat Respons Bencana, Polres Lampung Utara Dorong Data Faktual

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

LAMPUNG UTARA — Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi berbasis big data menjadi perhatian Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri dalam upaya memperkuat penanganan bencana alam oleh Polri.

Hal tersebut menjadi fokus dalam kegiatan Penelitian dan Supervisi STIK Lemdiklat Polri yang dipusatkan di Aula Rekonfu Polres Lampung Utara, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti jajaran Polres Lampung Utara, Polres Way Kanan dan Polres Lampung Barat, serta melibatkan unsur BPBD, Damkar, Kesbangpol, tokoh masyarakat, warga terdampak bencana dan relawan kebencanaan.

Tim penelitian dipimpin KOMBESPOL Firdaus Wulanto, S.I.K., selaku Kabagjiantekpol Bid PPITK STIK Lemdiklat Polri.

Dalam kegiatan tersebut, tim menggali berbagai informasi melalui Focus Group Discussion (FGD), penyebaran kuesioner, pengumpulan dokumen dan data terkait kejadian maupun penanganan bencana alam.

Kapolres Lampung Utara AKBP Raswidiati Anggraini, S.I.K., melalui Kasi Humas IPTU Herawati mengatakan, penelitian tersebut memiliki arti penting bagi Polri, khususnya dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah Lampung Utara.

«“Kegiatan ini sangat krusial karena wilayah Lampung Utara juga memiliki potensi kerawanan bencana alam. Karena itu, kami membutuhkan data yang benar-benar riil, faktual dan sesuai dengan kondisi di lapangan,” kata IPTU Herawati, menyampaikan arahan Kapolres.»

Menurutnya, data yang akurat menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan langkah penanganan bencana secara cepat dan tepat.

“Jangan sampai data yang disampaikan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Apa yang menjadi kendala, kekurangan maupun kesulitan personel di lapangan harus disampaikan apa adanya. Dengan begitu, hasil penelitian ini benar-benar dapat menjadi bahan evaluasi dan solusi,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil penelitian diharapkan tidak berhenti pada pengumpulan data semata, namun dapat memberikan manfaat nyata dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.

«“Harapannya, hasil akhir penelitian ini dapat menjadi bukti nyata dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan tugas Polri, terutama dalam meningkatkan kesiapsiagaan, kecepatan respons dan koordinasi ketika terjadi bencana alam,” jelasnya.»

Sementara itu, Ketua Tim Penelitian STIK Lemdiklat Polri KOMBESPOL Firdaus Wulanto, S.I.K., menegaskan bahwa pihaknya membutuhkan informasi yang objektif dari seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana.

Menurutnya, pengalaman dan kendala yang ditemukan langsung di lapangan menjadi bagian penting dalam penelitian tersebut.

“Kami ingin mendapatkan data yang benar-benar ril apa adanya. Berbagai kendala dan kesulitan yang selama ini dihadapi di lapangan perlu disampaikan. Dari situ kita bersama-sama mencari solusi dan jalan keluar,” ujar Firdaus.

Penelitian tersebut tidak hanya menggali aspek teknologi, tetapi juga mencakup kondisi geografis, karakteristik masyarakat, riwayat kejadian bencana, perilaku masyarakat terhadap lingkungan, pola penanganan yang telah dilakukan serta kebutuhan dalam penanggulangan bencana.

Pemanfaatan big data diharapkan ke depan dapat membantu Polri dalam mengintegrasikan berbagai informasi kebencanaan, sehingga dapat digunakan untuk mendukung pemetaan wilayah rawan, deteksi dini, koordinasi lintas instansi, pengambilan keputusan hingga respons terhadap masyarakat terdampak.

Kegiatan penelitian dan supervisi berlangsung aman, tertib dan kondusif. Data yang diperoleh selanjutnya menjadi bahan analisis Tim STIK Lemdiklat Polri untuk menghasilkan rekomendasi yang dapat mendukung peningkatan kapasitas Polri dalam penanganan bencana alam. (*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *