Berita

Komisi IV DPRD Minta Disdik Bandar Lampung Evaluasi Menyeluruh SDN 1 Gedong Meneng

12
×

Komisi IV DPRD Minta Disdik Bandar Lampung Evaluasi Menyeluruh SDN 1 Gedong Meneng

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Bandar Lampung_ Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah, Soroti SD Negeri 1 Gedong Meneng Kecamatan Rajabasa yang hanya mempunyai murid 45 siswa/i.

Jumlah siswa yang terus menyusut itu menjadi perhatian DPRD Kota Bandar Lampung dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bandar Lampung yang kini tengah mengevaluasi keberlangsungan sekolah tersebut.

Berdasarkan data terbaru sekolah, jumlah peserta didik SDN 1 Gedung Meneng terdiri atas kelas I sebanyak tiga siswa, kelas II enam siswa, kelas III lima siswa, kelas IV tujuh siswa, kelas V sebanyak 14 siswa, dan kelas VI sebanyak 10 siswa.

Rinciannya, kelas I terdiri dari satu siswa laki-laki dan dua perempuan, kelas II empat laki-laki dan dua perempuan, kelas III empat laki-laki dan satu perempuan, kelas IV tiga laki-laki dan empat perempuan, kelas V 10 laki-laki dan empat perempuan, serta kelas VI empat laki-laki dan enam perempuan.

Dengan total hanya 45 siswa, SDN 1 Gedung Meneng menjadi salah satu sekolah dasar negeri dengan jumlah peserta didik paling sedikit di Kota Bandar Lampung.

Kondisi tersebut semakin menjadi sorotan setelah pada pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 sekolah itu hanya menerima dua siswi baru dari kuota yang tersedia sebanyak 23 orang.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sekolah-sekolah negeri yang mengalami kekurangan murid.

“Kami sangat prihatin melihat fakta bahwa SD Negeri 1 Gedung Meneng hanya mendapatkan dua siswa pada tahun ajaran ini. Ini bukan sekadar persoalan penerimaan peserta didik, tetapi menjadi indikator bahwa ada sesuatu yang perlu dievaluasi secara serius, baik dari sisi kualitas layanan, sarana prasarana, manajemen sekolah, maupun persepsi masyarakat terhadap sekolah tersebut,” kata Asroni,

Menurutnya, pemerintah daerah perlu melakukan pemetaan berbasis data untuk mengetahui penyebab rendahnya minat masyarakat terhadap sekolah negeri yang mengalami penurunan jumlah siswa.

Dalam Evaluasi juga harus mencakup perubahan jumlah penduduk usia sekolah, persaingan dengan sekolah lain, kualitas layanan pendidikan, hingga kondisi sarana dan prasarana sekolah.

“Jangan sampai sekolah negeri kehilangan kepercayaan publik. Pemerintah harus hadir melakukan perbaikan, baik melalui peningkatan mutu pembelajaran, penguatan kompetensi guru, revitalisasi sarana dan prasarana, maupun program promosi sekolah yang lebih baik kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kota Bandar Lampung, M Nur Ramdhan, memastikan kegiatan belajar mengajar di SDN 1 Gedung Meneng tetap berlangsung normal meski hanya menerima dua siswa baru.

Ia mengungkapkan, pihaknya sempat mengusulkan agar sekolah tersebut ditutup karena jumlah murid yang terus menurun. Namun usulan itu dibatalkan setelah mendapat penolakan dari masyarakat yang menginginkan sekolah tetap dipertahankan karena memiliki nilai sejarah.

“Memang sempat kami usulkan untuk ditutup. Tapi masyarakat di sekitar tidak menghendaki penutupan tersebut karena sekolah itu memiliki sejarah yang cukup panjang. Tahun ini memang hanya ada dua siswa yang mendaftar, tetapi kegiatan belajar tetap berjalan seperti biasa,” kata Ramdhan.

Menurutnya, rendahnya jumlah peserta didik dipengaruhi oleh banyaknya sekolah swasta di sekitar lokasi serta menurunnya jumlah anak usia sekolah dasar di kawasan tersebut akibat perubahan demografi.

Sebagai solusi jangka panjang, Disdikbud Kota Bandar Lampung juga tengah mengkaji kemungkinan mengalihfungsikan SDN 1 Gedung Meneng menjadi sekolah menengah pertama (SMP).

Meski demikian, pemerintah memastikan seluruh hak peserta didik yang masih bersekolah di SDN 1 Gedung Meneng tetap dipenuhi dan proses pembelajaran berjalan sebagaimana mestinya. (**)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *