Bandar Lampung_ Tumpukan puing dan sisa arang masih memenuhi sebuah rumah di Gang Cengkeh 5D, Kelurahan Gedong Meneng, Kecamatan Rajabasa, Minggu (12/7/2026). Rumah tersebut merupakan milik keluarga Faiza Fitri Syahrani, siswi kelas VIII SMP Negeri 22 Bandar Lampung, yang hangus dilalap api sehari sebelumnya.
Musibah itu tidak hanya menghanguskan bangunan rumah, tetapi juga seluruh harta benda milik keluarga, termasuk pakaian, buku pelajaran, seragam sekolah, hingga perlengkapan belajar Faiza dan adiknya, Assyfa, yang baru diterima sebagai siswa kelas VII SMPN 22 dan dijadwalkan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Senin (13/7/2026).
Sebagai bentuk kepedulian, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bandar Lampung, Dr. M. Nur Ramdhan, S.E., M.Acc., AAP., Ak., CA, turun langsung meninjau lokasi kebakaran.
Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Bandar Lampung, Hendri Irawan, M.Pd., Kepala SMPN 22 Bandar Lampung, Sriyati Djamsari, S.Pd., M.M., beserta keluarga besar SMPN 22 Bandar Lampung.
Selain memberikan dukungan moral kepada keluarga korban, rombongan juga menyerahkan santunan sebagai bentuk kepedulian terhadap musibah yang dialami kedua peserta didik tersebut.
Melihat kondisi rumah yang rata dengan tanah, Nur Ramdhan mengaku sangat prihatin. Ia menilai musibah yang dialami Faiza dan Assyfa bukan hanya soal kehilangan tempat tinggal, tetapi juga berpotensi mengganggu keberlangsungan pendidikan mereka.
“Saya sangat tersentuh karena tidak ada satu pun barang yang tersisa. Buku, seragam, hingga perlengkapan sekolah ikut hangus terbakar. Ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kepedulian terhadap sesama sangat dibutuhkan,” ujarnya
Nur Ramdhan menegaskan Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Disdikbud akan memastikan kedua siswa tersebut tetap dapat melanjutkan pendidikan meski tengah menghadapi cobaan berat.
“Pendidikan mereka tidak boleh terhenti hanya karena musibah ini. Pemerintah akan hadir dan memberikan pendampingan agar mereka tetap dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar,” tegasnya.
Tak hanya dari Disdikbud, keluarga besar SMPN 22 Bandar Lampung melalui bidang sosial juga menyerahkan bantuan berupa sembako dan uang tunai untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga korban. (**)















