Berita

Terkena Pukulan Dibagian Wajah, Warga Langkapura Baru Alami Cedera Serius

14
×

Terkena Pukulan Dibagian Wajah, Warga Langkapura Baru Alami Cedera Serius

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Bandar LampungKhatulistiwa1972.com-Seorang warga Langkapura Baru RT 03 LK 01 Bandar Lampung berinisial NS (30 tahun) menjadi korban pemukulan oleh pria dewasa berinisial H, warga Jl. Madu GG Sabak. Insiden ini bermula dari cekcok mulut yang berujung pada kekerasan fisik.

Menurut saksi berinisial DW, kejadian berlangsung cepat. Pelaku H datang bersama seorang perempuan setengah baya mengendarai sepeda motor Honda Beat dengan tergesa-gesa, lalu menyebut nama korban. Saat itu, NS sedang berkumpul dengan keluarga usai melaksanakan shalat Tarawih. Pelaku langsung masuk rumah dan memukul wajah korban dengan bogem mentah tangan kanan.

Rumah korban saat itu ramai oleh warga yang segera memisahkan pelaku. Setelah memukul NS, pelaku sempat menarik baju suami korban namun tidak sempat mencederainya karena ditahan oleh warga yang menyaksikan pertikaian. Kamis (12-03-2026) Pukul 21.30 Wib

Adik korban berinisial TSD membenarkan kejadian tersebut, ia menuturkan bahwa saat itu , korban, ibu korban, dan suami korban sedang berkumpul di rumah. Dalam insiden itu, korban mengalami pendarahan di hidung, sementara ibunya pingsan akibat syok melihat kejadian. NS segera dilarikan ke klinik terdekat untuk mendapatkan perawatan.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui pasti kronologi penyebab pertikaian antara NS dan H. Suami korban telah melaporkan kejadian ini ke Polresta Kota Bandar Lampung dengan membawa bukti visum akibat kekerasan yang dialami istrinya.

Seorang warga Pria Dewasa berinisial N tetangga Korban berharap pihak berwajib dapat menindaklanjuti perkara ini secara persuasif dasar nya melakukan penyerangan secara di sengaja berakibat pemukulan Fisik, agar keadilan dapat ditegakkan sebagaimana mestinya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *